matematika sekolah
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Sejak
tahun 1750, mata pelajaran matematika aljabar, planimetri, trigonometri,
stereometri dan ilmu ukur analitik sudah merupakan suatu pelajaran dalam
kurikulum Sekolah Lanjutan. Tentulah di Indonesia sebagai jajahan Belanda
setelah Sekolah Lanjutan didirikan pemerintah kolonial maka mata pelajaran
tersebut diajarkan disekolah.
Gerakan
pembaharuan matematika geometri , yaitu ;
1. Program
Erlanger untuk geometri
Secara khusus pelajaran geometri,
pelajaran planimetri dan stereometri diajarkan berdasarkan geometri Euclides.
Felix Klein(1849-1926), pada tahun 1868 mengemukakan “ sudah perlu
memperkenalkan metoda-metoda yang lebih baru dari pelajaran geometri disamping
metoda Euclides”. Pada tahun 1872, sehingga dalam pidatonya yang bejudul “
Program Erlanger” mengajukan usul penyusunan geometri. Isi pidatonya antara
lain : penyelidikan sifat-sifat bangun-bangun geometri, yang sifatnya tetap
bila mengalamisuatu grup transformasi. Untuk geometri bidang datar transformasi
itu adalah rotasi, dan translasi.
2. Geometri
Analitik
Di
dalam geometri analitik inti pemikirannya adalah menghasilkan ruang ilmu ukur
dan ruang angka. Penggambaran secara grafis dari fungsi-fungsi itu perubah,
menghasilkan tempat kedudukan (himpunan titik ) yang menentukan kurva-kurva.
Pemecahan sifat-sifatnya merupakan pemecahan secara numerik. Gambar-gambar
geometri dari kurva itu menghasilkan pengertian seperti hasil bagi diferensial,
garis singgung, luas dan sebagainya.
Selanjutnya, akan dibahas pada BAB II tentang
pembaharuan matematika diberbagai negara dan usahan-usahanya di sekolah.
B.
Rumusan
masalah
Rumusan
masalah makalah ini, yakni :
1. Apa dasar matematika ?
2. Usaha-usaha
pembaharuan pengajaran matematika di berbagai negara.
C.
Tujuan
Tujuan
makalah ini adalah sebagai berikut ;
1. Untuk
mengetahui dasar matematika
2. Untuk
mengetahui pembaharuan matematika sekolah diberbagai negara.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHARUAN MATEMATIKA
SEKOLAH
A.
DASAR
MATEMATIKA
Felix
Klein menyusun geometrinya menggunakan logika sebagai inti pemikiranya.
Demikian pula Hilbert dalam Grundlagen der geometrie menekankan aspek logika
dalam geometri. Dia menyusun geometri dengan 20 aksioma. Relasi-relasi bangun
diatur oleh aksioma-aksioma.
Ahli-ahli
logika seperti Boole, de Morgan, Schroder Frege dan Russel sudah berusaha
menyusun logika itu secara sistematik. Salah satu usaha membuat sistematik
dsilakukan oleh Cantor melalui teori himpunan. Teori himpunan mendorong
perkembangan dengan timbulnya pandangan bahwa matematika tidak dikembalikan
kepada bilangan, tetapi dikembalikan kepada himpunan. Teori himpunan mampu
menjadi basis dari logika matematika. Dengan demikian dapatlah kita pahami
bahwa yang menjadi basis dalam gerakan pembaharuan matematika itu adalah teori
himpunan dan logika matemaika.
B.
USAHA-USAHA
PEMBAHARUAN PENGAJARAN MATEMATIKA DI BERBAGAI NEGARA
1.
Matematika
Sekolah Menengah
Isi dari
matematika yang diajarkan di sekolah menengah sudah tersusun rapi sejak abad ke
XIX. Akan tetapi, matematika itu tumbuh dan berkembang terus. Maka timbullah jurang
antara matematika di sekolah dengan matematika (ilmu pasti ) di perguruan
tinggi.demikian pula fungsi-fungsi kemasyarakatan menghendaki ilmu pasti. Maka
timbullah pemikiran-pemikiran dan dorongan memperbaharui dan memasukan
komponen-komponen matematika baru itu kedalam pengajaran matematika
sekolah.Berikut ini mari kita tinjau beberapa gerakan-gerakan pembaruan itu.
2.
Hasil
Kongres Matematika Southampton ( Inggris )
Pada tahun 1961
diadakan konfrensi matematika dengan salah satu judul yang diberikan oleh Bryan
Thevaites sebagai ketua yakni “ On Teaching Mathematics “. Semangat matematika
modern mempengaruhi konfrensi itu. Hasil-hasil fundamental yang dianjurkan
diajarkan di sekolah menengah ialah :
a. Memperkenalkan
dan menggunakan suatu bahasa matematika yang tepat.
b. Simbol-simbol
dan persamaan
c. Himpunan,
relasi dan fungsi
d. Simetri,
persamaan, dan koenruensi
e. Bukti-bukti
induktif dan deduktif
f. Invers/konvers
dari suatu persyaratan
g. Hubungan
ekuivalensi dan hubungan urutan
h. Pentingnya
pengertian jika….maka dan jika hanya jika.
i.
Arti definisi dan
postulat
j.
Inti pikiran tentang
sistem aksioma
k. Rumus-rumus/persamaan
sebagai model matematika
l.
Analisa dimensi yang
sederhana
3.
Proyect
Madison di Amerika
Pada tahun 1962,
proyek ini mempersiapkan bahan pelajaran untuk sekolah-sekolah. Bahan pelajaran
itu mencakup program aljabar elementer dan geometri. Bahan pelajaran yang
disusun untuk diajarkan mulai dari umur 7 tahun. Isinya mengenai :
1) Ilmu
hitung dari bilangan-bilangan
2) Perubah-perubah,
kalimat terbuka.
3) Klasifikasi
dari pernyataan yang benar dan salah
4) Fungsi
termasuk fungsi-fungsi yang diperoleh secara empiris
5) Garis
bilangan dan koordinat Cartesian
6) Grafik
fungsi termasuk fungsi linear dan irisan kerucut
7) Implikasi
dan kontradiksi
8) Identitas
9) Seleksi
seperangkat aksioma pada aljabar atau ilmu hitung atau geometri
10) Matriks
11) Pemakaian
matriks untuk meluaskan pengertian bilanganrasional dan kompleks
12) Vektor,
gaya, dan statika
13) Kesebangunan
segitiga
14) Konsep
keliling luas dan isi
15) Fungsi
trigonometri
16) Rumus-rumus
untuk luas, balisme dan keliling
17) Memprogramkan
komputer bilangan
4.
Komisi
Pembaharuan Rencana Pelajaran di Negeri Belanda
Pada tahun 1961,
sekertaris negara Belanda untuk pendidikan Seni dan Ilmu Pengetahuan membentuk
Komisi Pembaharuan Rencana Pelajaran :
a)
Dengan
suatu surat keputusan dibentuk suatu badan yang disebut VHMO, untuk menyusun
rencana modernisasi pengajaran metematika sekolah.
Pada tahun
1963/68 maka tersusunlah rencana pelajaran tentang himpunan, logika, aljabar
linier, analisa linier, toplologi, teori grup, statistik, peluang, matematik
numerik dan matematika komputer.
b)
Modernisasi
Pengajaran Geometri
Berdasarkan pada
inti pemikiran bahwa bangun geometri tak dapat dibayangkan tanpa sifat nyata
yang dapat dilihat, maka teks geometri dimulai dari kubus. Pengaruh didaktik
dari Van Hiele nyata dalam pengajaran geometri ini.dari kubus dikenal titik,
garis dan bidang. Kubus digambar dengan metoda proyeksi paralel. Kemudian sifat
kubus diselidiki pada sifat-sifat simetrinya, baik simetri bidang, simetri
garis dan sifat lainnya. Setelah selesai pengenalan itulah dikembangkan
definisi, dalil-dalil yang diturunkan secara deduktif. Setelah mulai paham
dengan metoda pembuktian baru diteruskan ke rotasi dan hasil-hasil produk
pencerminan. Kemudian pengajaran tentang translasi. Dalam pergeseran itulah
mulai diajarkan vektor. Dari hasil pergeseran diajarkan tentang kongruensi.
Dengan
pengajaran transformasi ini kemudian diajarkan teori grup yang landasannya
tentulah teori himpunan. Jadi bukan lagi segitiga yang menjadi pusat pengajaran
geometri seperti pengajaran lama.
c)
Ilmu
Ukur Vektor
Salah satu dari jenis geometri non
Euclides yang muncul pada abad XIX adalah ruang vektor. Teks pertama ilmu ukur
vektor di negeri Belanda ditulis oleh Westerman untuk SLTA. Perhitungan-perhitungan
dalam ilmu ukur ini baik di bidang datar maupun ruang, menggunakan ilmu ukur
analitik dan trigonometri. Persamaan garis, bidang lingkaran, bola dinyatakan
dengan vektor.
d)
Didaktik
Matematika
Dalam usaha pembaharuan pengajaran
matematika sekolah itu tidaklah mungkin lepas dari didaktik matematika. Karena
matematika itu sifatnya deduktif, proses pengembanganya banyak sekali melalui
pembuktian. Prinsip sederhana secara didaktif pada proses pembuktian itu ialah
mulai dari sifat-sifat elementer kemudian dilanjutkan kepada yang lebih
kompleks sehingga terkontruksilah bangun matematika yang lebih lengkap.
Pemahaman bahasa dalam pembuktian
sangat berperan. Kita pakai unsur linguistik dengan berbagai cara sehingga
perumusan yang eksak menjadi mudah bagi murid, dan lebih menyakinkannya. Kita
dapat mengubah struktur yang kompleks sehingga dapat dipahami siswa lebih
jelas, namun strukturnya yang baru tetap dapat dipertanggugjawabkan.
e)
Logika
dan Didaktik Matematika
Sebelumnya sudah dikatakan bahwa perkembangan
matematika tersusun secara deduktif secara geometris saja tetapi dibantu oleh
kontruksi linguistik. Dengan cara ini kita menyusun pembuktian untuk
menyakinkan orang tentang kebenaran sesuatu pernyataan matematika. Pada
mulanya, bukti itu tergantung kepada apa yang dilihat mata seperti garis,
lingkaran dan sebagainya. Akan tetapi dalam perkembanganya kemudian muncul
kecenderungan untuk membebaskan diri dari pengindraan atau pengalaman untuk
proses pembuktian itu.
Menurut Cantor, hubungan penglihatan
dengan deduksi itu tidak ada, atau bukti yang sah adalah hasil dari deduksi
belaka. Namun, demikian tidak berarti kita secara didaktis harus mengelakkan
semua sifat nyata yang dapat dilihat (visibility). Misalnya dalam pemakaian
diagram Venn yang dapat dilihat dan nyata dapat diterima sebagai penjelasan
secara logis yang berarti tak patut ditolak.
f)
Pengajaran
statistika
Dalam penyusunan program matematika
itu kemudian timbul dorongan dari masyarakat bahwa pengetahuan yang diberikan
itu kelak dapat digunakan. Maka dalam rencana pengajaran matematika dimasukkan
pelajaran matematika, dengan kisi-kisi.
Ø Penggambaran
grafis bahan angka statistik
Ø Diagram
batang, diagram lingkaran, dan histogram
Ø Rata-rata
hitung, median dan modus
Ø Eksperimen
peluang yang sederhana
Ø Mistar
hitung, tabel-tabel alat pembantu hitungan
5.
Rencana
pengajaran matematika Jerman Barat
Hasil dari studi perbandingan yang dilakukan
Komisi Pembaharuan Rencana Pengajaran Matematika Negeri Belanda, yang bekerja
dari tahun 1963/68, maka dari Jerman diperoleh Rencana Pelajaran Nurberger yang
isinya sebagai berikut :
1) Pengantar
·
Hakekat dan masalah
pengajaran matematika
·
Isi pelajaran
matematika
·
Tujuan
·
Himpunan
·
Struktur
·
Pemetaan dan fungsi
·
Pengajaran logika
sebagai alat bantu
2) Rencana
dan bahan pelajaran rendah
·
Tujuan umum pengajaran
·
Aljabar dan aritmetika
·
Himpunan dan bilangan
asli
·
Persamaan
·
Perhitungan
perbandingan dan pemakaiannya
·
Geometri
·
Model geometri dan
jaring-jaring dari kubus dan bidang empat
·
Tabung dan lingkaran
·
Segi empat dan
simetrinya
3) Rencana
dan bahan pengajaran Menengah Pertama
·
Tujuan pengajaran umum
·
Aritmetetika dan
aljabar
·
Pengerjaan dari
pengertian himpunan
·
Persamaan linier dengan
dua atau lebih peubah
·
Perluasan pengertian
fungsi
·
Geometri
·
Pengembangan geometri
datar Euclides berdasakan gambar.
·
mengenai kesebangunan
(similarity)
·
perhitungan mengenai
lingkaran
4) Rencana
dan bahan pengajaran untuk Menengah Atas
·
Tujuan umum pengajaran
·
Aljabar dan analisa
·
Barisan sebagai fungsi
dari himpunan bilangan asli
·
Lanjutan hitungan
diferensial
·
Persamaan-persamaan
aljabar
·
Geometri dan aljabar
linear
·
Kombinasi linear dan
vector
·
Uraian sistematis
transformasi affim di bidang
·
Melengkapi pelajaran
geometri analitik mengenai paling sedikit suatu pokok bahasan, seperti
persamaan umum derajat dua, irisan kerucut.
5) Bahan
pelajaran pilihan
·
Pendahuluan
·
Aljabar dan analisa
·
Integrasi dengan
subtitusi, integral partiel
·
Deret pangkat dengan
sifat suku sisa (redusi)
·
Pemakaian-pemakaian
matematika pada fisika
·
Persamaan diferensial
sederhana
·
Rumus-rumus parameter
dari kurva
·
Pertanyaan tentang
diferensial geometri
·
Rumus Euler dan
fungsi-fungsi hiperbola
·
Dalil-dalil pokok pada
aljabar
·
Teori peluang dan
matematika social
·
Teori elementer ilmu
bilangan
6) Geometri
·
Persamaan umum derajat
dua irisan kerucut dan klasifikasi
·
Persoalan-persoalan
ilmu ukur ruang
·
Transformasi proyektif
di bidang datar
·
Persamaan-persamaan
lingkaran dan lukisan-lukisan pemakaiannya
·
Transformasi conform
·
Grup simetri,
Transformasi kongruensi geometri
7) Topologi
secara intuitif
8) Sifat
aksiomatik
·
Medan bilang riel yang
sederhana
·
Medan bilangan kompleks
yang sederhana
·
Grup, ring dan medan
·
Pembentukan sistem
aksiomatik geometri, misalnya sifar-sifat pencerminan dan sifat-sifat
kesejajaran.
9) Geometri
non insidensi
10) Geometri
non Euclides
11) Aljabar
Boole dan pemakaiannya
12) Perhitungan
peluang
6.
Didaktik
Khusus dalam Pengajaran Matematika Baru
Setelah isi dari
matematika untuk sekolah itu dapat dirumusakan sebagai kisi-kisi kurikulum maka
Didaktik Khusus Matematika tidak lagi hanya mempersoalkan bagaimana cara
pemakaiannya. Sejarah menunjukkan bagaimana gerakan pembaharuan itu terjadi
adalah atas dorongan akan tujuan pengajaran matematika itu diberikan disekolah.
1) Dorongan-dorongan
modernisasi pengajaran matematika di Eropah
Pada tahun 1959
Organisasi Kerjasama Ekonomi Eropah (OEEC) mengadakan konperensi para sarjana
matematika yang berkerja di industry dengan sarjana matematika di Universitas.
Konperensi diadakan di Rayamont perancis. . Konperensi mempelajari kemungkinan
untuki mengajarkan matematika modern di sekolah lanjutan.
Dibentuklah kelompok kerja di bawah
pimpinan Libois dari Brissel yang menghasilkan : Synopces for School Mathematics
pada tahun 1961. Maka timbullah masalah guru yang dapat mengajarkan matematika.
Matematika itu dan apa tujuan pengajaran matematika itu. Berarti perlu guru
terlebih dahulu mengetahui isi dan tujuan pengajaran matematika modern itu
disekolah.
Dimulai pada tahun 1960 kursus-kursus
pembaharuan pengajaran Ilmu Pasti itu di Brissel melalui bantuan OEEC pada abad XX. Kursus-kursus seperti itu di Belgia
diadakan di Brussel dan Gent.
Papy dari Belgia mengatakan bahwa
matematika tidak boleh diajarkan sebai masalahan yang terisolasi. Bahkan
matematika yang diajarkan kepada anak usia 12 tahun sampai 15 tahun member
pengertian padanya untuk memecahkan masalahnya dikemudian hari. Matematika yang
dipelajarinya mengajar sendiri untuk mengenal suatu situasi, sehingga dengan
cara matematika ia dapat mengambil keputusan yang cocok untuk situasi itu.
2) Kedudukan
didaktik Matematika dalam Pedagogik di Nnegeri Belanda
Pada tahun 1961 suatu komosi yang
dibentuk untuk modernisasi pengajaran matematika. Hasil kerja komosi ini tidak
hanya mengenai progam matematika baru itu, tetapi juga menghasilkan tujuan
pengajaran matematika. Persoalan tujuan bukan hanya menyangkut pemakaian
matematika itu di kemudian hari atau bahan yang berguna dikemudian hari.
Tujuan lain ialah mendorong cara berfikir
matematika, yaitu nilai pembentukan yang maenjadi motif pedagogik. Penguasaan
cara berfikir yang diajarkan melalui pengajaran matematika baru itu juga akan
lebih mudah memperoleh bahan matematika lain dengan tujuan mudah lagi.
Jadai tujuan pembentukan itu merupakan
suatu transfer pengetahuan di luar isi matematika itu. Maka ada pengaruh dari
matematika itu terhadap gaya berfikir dan gaya hidupnya.
3) Matematika
Baru Skotlandia
Suatu kelompok ahli matematika yang
terdiri dari 17 orang dosen menyusun seperangkat buku
‘’ Modern Mathematics for School’’ yang telah dieksperimenkan kepada 7000 orang
siswa. Terjemahan buku dipelajari oleh Komisi Kordinasi Ilmu Pasti Negeri
Belanda untuk dicobakan di sekolah lanjutan (VHMO dan HAVO)
Oleh komisi kepada terjemahan buku itu
diberi penjelasan analisa didaktiknya dan tujuan-tujuannya. Namun evaluasi
hasil pemakaian buku itu tidak sempat diberikan. Terjemahan buku ’’ Modern
Mathematics for School’’ inilah kemudian mengisi kurikulum matematika 1975 di
Indonesia.
4) Progam
pengajaran Matematika di Afrika
African Mathematics Progam adalah suatu
proyek pengajaran matematika mulai dari SD hingga SL yang dipimpin dan dibiayai
oleh Amerika. Eksperimen pengajaran matematika baru itu dengan penyampaian
pelajaran dengan metode penemuan, yakni usaha siswa sendiri menemukan
pengetahuan atau kebenaran (heuristic).
Progam ini mulai pada tahun 1966 di
Nairobi (Kenya). Kemudian progam ini dilaksanakan pada sepuluh Negara Afrika.
Secara khusus progam matematika baru untuk SD yang disebut Progam Entebbe
(Uganda).
Matematika Entebbe inilah yang disadur
menjadi matematika untuk SD menurut kurikulum 1975 di Indonesia.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
makalah di atas kami dapat menyimpulkan bahwa Sejak
tahun 1750, mata pelajaran matematika aljabar, planimetri, trigonometri,
stereometri dan ilmu ukur analitik sudah merupakan suatu pelajaran dalam
kurikulum Sekolah Lanjutan. Selanjutnya Felix Klein menyusun geometrinya
menggunakan logika sebagai inti pemikiranya. Demikian pula Hilbert dalam
Grundlagen der geometrie menekankan aspek logika dalam geometri. Dia menyusun
geometri dengan 20 aksioma. Relasi-relasi bangun diatur oleh aksioma-aksioma.
Adapun
usaha-usaha pembaharuan pengajaran matematika diberbagai Negara :
1. Matematika
sekolah menengah
2. Hasil
kongres Matematika Southampton (Inggris)
3. Proyect
Madison di Amerika
4. Komisi
Pembaharuan Rencana Pembelajaran di Negeri
Belanda
5. Rencana
Pengajaran Matematika Jerman Barat
B.
Saran
Kami berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat serta dapat menjadi bahan materi yang berkaitan dengan Pembaharuan
matematika Sekolah. Kami mohon maaf jika
dalam penyusunan materi ini masih banyak kekurangan. Kami mengharapkan kritik
dan saran dari segenap pembaca demi perbaikan makalah ini. Sekian dan terima
kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Drs.Sitorus,J.1990.Pengantar Sejarah Matematika Dan Pembaharuan
Pengajaran Matematika di Sekolah.Bandung
: Tarsito
Tidak ada komentar:
Posting Komentar